ISU AKTUAL SEMBURAN DAN LUAPAN NOVEMBER 2011
ISU AKTUAL SEMBURAN DAN LUAPAN LUSI SAAT INI, SERTA DAMPAK/ANCAMAN YANG MUNGKIN DITIMBULKANNYA
Dinamika Pusat Semburan dan Kawah: Meningkatkan dampak intensitas di sektor barat
o Pusat
semburan Bungsu telah mengalami perpindahan posisi sekitar 245 m kearah barat
(15 Oktober) dari posisi sebelumnya terekam pada 15 Agustus 2011. Perpindahan
pusat semburan tersebut dapat memberikan implikasi terhadap dinamika morfologi,
aliran lumpur dan deformasi, terutama pada daerah tertentu yang berdekatan
(Siring, Jatirjo, dan Lusi Dome).
o Arah
sumbu panjang kawah Lusi walaupun masih berfluktuatif namun masih konsisten
memperlihatkan kecenderungan ke baratbaratlaut-timur tenggara.
o Arah
ini relatif berubah dari pola timurlaut-baratdaya yang sejak tahun 2006 dikenal
sebagai arah sistem Patahan Watukosek. Sedangkan arah sumbu panjang timur-barat
mulai diindikasikan secara ideal pada Februari 2010, searah dengan pola
struktur regional Cekungan Jawa Timur.
o Perubahan
arah kawah dari timurlaut ke barat baratlaut ini diperkirakan dapat
meningkatkan intensitas deformasi pada wilayah di Barat (Siring-Putul), bila
dibandingkan dengan utara dan selatan.
Postur kawah dan lereng atas: Dapat memicu longsoran dan banjir bandang
o Sejak
lahirnya semburan Bungsu (10 September 2011) telah terjadi perulangan interval
semburan dengan intensitas besar, juga disertai dengan aliran lumpur baru, walaupun
berlangsung secara insidentil
(sewaktu-waktu).
o Salah
satu temuan penting, telah didapatkan satu lapisan yang disusun oleh lumpur
mengandung komponen batuan berukuran kerikil-kerakal yang membundar tanggung,
kenampakan sangat kontras dengan warna abu-abu gelap.
o Hadirnya
lumpur kasar ini telah mengakibatkan morfologi di sekitar kawah luar dan lereng
atas menjadi relatif tinggi (bentuk kerucut asimetri), dan terutama pada sisi
baratdaya menyebabkan terbentuknya morfologi lereng dan atau punggungan, dengan
sudut lereng yang agak curam kea rah Jatirejo.
o Adanya
ketidak stabilan lereng, dan bila ditambah adanya masukan air hujan pada
intensitas menengah sampai ekstrem, sehinga dapat memicu terjadinya longsoran
dari aliran bongkah (debris flow) dan
dapat disertai dengan banjir bandang kearah barat baratdaya (Jatirejo dan
Operasi kapal keruk di P25)
Perubahan pola aliran kearah timurlaut: Meningkatkan intensitas aliran fluida/lumpur di sektor Barata-Karka
o Peningkatan
intensitas deformasi struktur dengan dominasi arah baratlaut-tenggara di sektor
Putul-Karka telah membentuk seri (perulangan) palung sempit memanjang dibatasi
oleh punggungan sempit.
o Runtuhnya
punggungan melingkar di bagian lereng atas (Sektor Barata), telah menyebabkan
material fluida dari bagian barat kawah, mengalir dengan dominan kearah
baratlaut dan selanjutnya mengisi daerah palung sempit tersebut.
o Hal
ini memberikan implikasi pada skenario semburan besar dan ada masukan air hujan
lebat, wilayah Putul-Karka menjadi pintu keluar (pathway) aliran fluida.
o Peningkatan
intensitas struktur palung sempit dibatasi oleh punggungan yang kejadiannya
bersamaan dengan saat terjadinya berpindahan semburan Bungsu 240 m ke barat,
dan arah sumbu panjang kawah kearah barat laut mungkin memperkuat hubungan satu
dengan lainnya (perlu pengamatan lebih lanjut).
Gerakan lumpur padu kearah Barat: Permukaan lumpur meningkat cepat, dan saluran air tersumbet sedimen tertekan
o Adanya
gerakan lumpur padu berupa rayapan atau longsoran, telah membentuk struktur
pasangan punggungan dan palung sempit dengan arah sumbu searah dengan panjang
jaringan tanggul (utara-selatan).
o Bila
gerakan berlanjut maka pada batas antara lereng bawah gunung dengan muka
jaringan tanggul akan terjadi efek dorongan horizontal ke barat (tanggul),
sehingga tahap awal menyebabkan tinggi lumpur meningkat, dan beda tinggi dengan
elevasi puncak tanggul akan menurun.
o Disamping
itu parit/saluran yang dibuat untuk mengalirkan air dari outlet injek, akan
tersumbat oleh terbentuknya sedimen tertekan, membentuk geometri punggungan dan
bagian luar seperti buaya.
o Berkembangnya
struktur palung sempit dibatasi punggungan dengan arah utara-selatan, sehingga
menyebabkan daerah tersebut akan memerangkap aliran air dari arah kawah di
timurnya. Banyaknya akumulasi air dapat meningkatkan potensi rayapan dan
longsoran yang berfungsi sebagai pelicin.
Komentar
Posting Komentar