Dinamika Lumpur Sidoarjo November 2011 Dikontribusikan oleh: Hardi Prasetyo Benang Merah: Pelaksanaan misi penanggulangan lumpur Sidoarjo November 2011, secara keseluruhan menunjukan terjadinya suatu peningkatan dinamika yang mencakup beberapa aspek utama yaitu paradigma baru payung hukum, postur/perilaku semburan dan luapan lumpur, gejolak sosial kemasyarakatan, dan pengembangan kelembagaan. Disamping itu, salah satu fokus kedepan adalah aktualisasi kesiapan BPLS menghadapi musim hujan tahun 2011 dan 2011. Kondisi pada awal Oktober-November 2011 merupakan suatu transisi cuaca, dari puncak musim panas ke musim penghujan. Hasil evaluasi menyeluruh dari musim panas tersebut telah menunjukkan fakta adanya peningkatan intensitas dari beberapa indikator. Kilas balik menunjukkan bahwa tanpa adanya masukan air hujan (meteoric water), pada Oktober 2011 telah terjadinya beberapa kejadian yang mempunyai implikasi, yaitu: Ø Aliran ‘banjir bandang’ lumpur d...
LUSI 2 TAHUN (29 MEI 2008), PUNCAK UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA LUSI DENGAN MEMBANGUN TANGGUL CINCIN DAN TANGGUL UTAMA, SELANJUTNYA MENGALAMI TAHAP STRUKTUR RUNTUH . Pada video YouTube dapat diamati tahap Evolusi Lahir (2006) dan berkembangnya Lusi sebagai suatu mud volcno, dimana pada ulang tahun yang kedua (29 Mei 2008). Merupakan tahap dimana Perilaku Semburan Lusi dengan karakteristik: Intensitas luar biasa ~ 100.000m3/hari, Kecepatan deformasi amblesan (subsidence land deformation) ~4cm/hari, Dibarengi dengan struktur runtuh (collapse structure) mencapai 5m/malam. Penanganan semburan Lusi dilakukan dengan membangun Tanggul Cincin yang berlapis dan dengan sasaran mencapai 21m dan Tanggul Utama maksimum 14 m. Pengaliran Lusi dari Pusat semburan dilakukan dengan kombinasi mekanis di utara dan efek aliran gaya berat di Tanggul Utama, kembali dengan mekanis di Intake-Spillway untuk mengalirkan ke Kali Porong. Pusat Semburan Lusi seperti C...
BERKUNJUNG PADA HUT LUSI 12 TAHUN Bersyukur pada hari kelahiran LUSI ke 12 29 Mei 2018, Dari Bandung Jawa Barat terbang ke Surabaya, sehingga dapat Mengunjungi Geyser Lusi. Untuk memastikan Postur dan Perilaku Semburan dimana saya simpulkan telah mengalami perulangan semburan besar >50.000m3. Studi komprehensif Lusi dipublikasikan 2017 dan 2018 secara konklusif masih menunjukkan indikasi Geohazard. Sehingga harus terus dilakukan Langkah Mitigasi untuk mengurangi Risiko Bendana K Kedepan. Disamping kegiatan lapangan, bersama pimpinan PPLS dilakukan pembahasan bersama untuk melanjutkan Program Penelitian Kebumian berkelanjutan sebelumnya merupakan kersama antara LUSI LAB (Konsorsium Institusi Kebumian Eropah) dengan BPLS (2013-2017) yang akan dilanjutkan mulai September 2018 oleh PPLS. Selama kurun waktu ini telah dipublikasikan 22 Makalan pada jurnal Ilmiah Internasional. Puluhan presentasi lisan atau Poster pada Pertemuan Ilmian Organisasi Kebumian di Dunia ...
Komentar
Posting Komentar